MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING SOLUSI PEMBELAJARAN AKTIF MASA PANDEMI
Oleh: Siti Khuzaimatun, S.pd.

By Admin 13 Jan 2021, 09:56:25 WIB Informasi Sekolah
MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING SOLUSI PEMBELAJARAN AKTIF MASA PANDEMI

Gambar : Gambar Siswa Presentasi


Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

            Guru menggunakan google meeting untuk memulai kegiatan pembelajaran. Para siswa mulai masuk google meeting. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Kehadiran siswa dicek dengan pemanggilan secara langsung di google meeting sekaligus untuk mengecek apakah suara dapat terdengar oleh paras siswa atau tidak. Guru melanjutkan kegiatan pembukaan dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sebagai kegiatan motivasi, guru mengaitkan manfaat materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari siswa.

            Setelah kegiatan awal, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu siswa dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dengan membacakan cerpen yang disajikan melalui tayangan power point yang dipresentasikan di google meeting. Kemudian guru bersama siswa mengidentifikasi pertanyaan terkait struktur dan aspek kebahasaan cerpen. Setelah tahap mengidentifikasi masalah selesai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

            Tahap berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengolah data, siswa diarahkan ke google classroom untuk mengunduh LKPD dan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta berdiskusi sesuai kelompoknya di forum google classroom untuk mencari informasi dan saling bertukar jawaban terkait masalah yang ada. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Pada tahap ini terlihat minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat yang ditandai dengan siswa aktif saling memberi komentar.

            Setelah tahap pengumpulan dan pengolahan data, siswa mempresentasikan hasil diskusinya (tahap verifikasi) melalui google meeting. Pada tahap ini, selain siswa dilatih untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri, siswa juga belajar menggunakan IT yaitu bagaimana cara menampilkan presentasi melalui google meeting. Siswa yang lain saling memberikan tanggapan terkait presentasinya temannya. Tahap terakhir adalah penarikan simpulan, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap tersebut, selain menyimpulkan guru sekaligus memberikan penjelasan dan penguatan materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen angket dan lembar observasi keaktifan siswa, diperoleh data minat dan keaktifan siswa meningkat. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 58,3% setuju bahwa pembelajaran dengan model discovery learning menyenangkan bagi mereka. Data ini meningkat dibandingkan pada siklus sebelumnya yang hanya 40%. Kemudian keaktifan siswa juga meningkat dari 70,2% menjadi 79,2%. Terdapat siswa yang aktif mengikuti pembelajaran antara lain Jaris, Berlian, Diki, Fafa, dan Naimaya. Ada siswa yang jarang sekali ikut google meeting, tetapi sejak diterapkan model pembelajaran ini dia menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran. Begitu pula dengan hasil pembelajaran juga mengalami peningkatan.

Tabel Ringkasan Hasil Penelitian Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Siklus

Minat Siswa

Aktivitas Siswa

Hasil Belajar Siswa

Mencapai KKM

Rata-Rata

I

40%

70,2%

13

73,17

II

58,3%

79,2%

18

78,27

III

75%

80%

22

79,00

 

            Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran discovery learning melalui google meeting dan google classroom dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini juga, dapat direfleksikan bahwa walapun pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru masih dapat menerapkan variasi berbagai model dan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Peserta didik yang biasanya belajar di sekolah dan bertatap muka langsung dengan guru harus berubah menjadi belajar jarak jauh dari rumah untuk menjaga keselamatan atau kesehatan warga sekolah utamanya peserta didik dari covid-19. Hal tersebut tentu mengubah pula cara mengajar seorang guru.

            Pembelajaran jarak jauh selain berdampak pada cara mengajar seorang guru juga berdampak pada cara belajar siswa. Siswa yang biasanya dapat berinteraksi langsung dengan teman dan guru menjadi terbatas interaksinya oleh ruang dan waktu. Hal tersebut tentu berpengaruh pada minat, keaktikfan, dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran daring selama ini cenderung terjadi penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengharuskan seorang guru mencari inovasi pembelajaran  agar pembelajaran yang dilaksanakan bermakna dan berjalan dengan lancar. Penguasaan dan penggunaan teknologi seperti platform belajar online, video conference, dan internet menjadi keharusan bagi seorang pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran secara sinkron dan asinkron menyesuaikan karakteristik peserta didik juga perlu diperhatikan agar pembelajaran berjalan maksimal.

Kaitan penurunan minat, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada masa PJJ ini peneliti melakukan variasi model pembelajaran dan aplikasi platform belajar online dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerpen. Model pembelajaran yang peneliti pilih adalah model discovery learning dengan mengoptimalkan aplikasi belajar google meeting dan google classroom. Bagaimanakah peningkatan pembelajaran menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen dengan model discovery learning melalui aplikasi google meeting dan google classroom?

 

 

Model Discovery Learning

            Model pembelajaran discovery sering juga dinamakan heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Pembelajaran discovery menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam model pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing siswa untuk belajar.

            Menurut Jerome Brunner dalam Ali Mudlofir (2011:68), discovery learning adalah model belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umun praktis seperti pengalaman. Wilcolx juga berpendapat bahwa pembelajaran discovery (penemuan) siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan sehingga tidak akan mudah dilupakan siswa. Adapun langkah-langkah dalam proses penerapan pembelajaran melalui model discovery learning yaitu:

  1. Pemberian rangsang (stimullation)

Pada langkah ini guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan rangsang yang mengacu pada materi yang akan dipelajari.

  1. Identifikasi masalah

Langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengumpulan data

Siswa diminta aktif mencari dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang disajikan.

  1. Pengolahan data

Siswa aktif mengolah data yang sudah ditemukan untuk diolah menjadi jawaban atas permasalahan yang disajikan.

  1. Verifikasi

Siswa membuktikan temuan jawabannnya kepada guru dan teman-temannya untuk diuji kebenarannya.

  1. Penarikan simpulan

Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil verifikasi.

Penerapan Model Discovery Learning Melalui Google Meeting dan Google Classroom

Pembelajaran secara daring dengan menerapkan model discovery learning dalam materi menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerpen menggunakan aplikasi google meeting dan google classroom. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), link google meeting, dan membuat google classroom.

      &