PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI
PembPenelitian ini bertujuan sebagai upaya meningkatkan kemampuan passing bawah permainan bolavoli dengan menggunakan alat bantu pembelajaran. elaja

By Admin 09 Nov 2020, 10:22:54 WIB Kesiswaan
PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI

PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH

PERMAINAN BOLAVOLI

 

Arif Widya Taufik

SMP Al-Azhar Syifa Budi Solo

Email : arifsolo@smpasbsolo.sch.id

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan sebagai upaya meningkatkan kemampuan passing bawah permainan bolavoli dengan menggunakan alat bantu pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan McTaggart. Subyek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas VII Majjah yang berjumlah 25 siswa di SMP Al-Azhar Syifa Budi Solo. Teknik pengumpulan data menggunakan tes passing bawah bolavoli. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif yang mengacu pada Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan mengambil persentase tingkat ketuntasan belajar siswa. Pada prasiklus persentase tingkat ketuntasan sebesar 36% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 68.6, pada siklus 1 tingkat ketuntasan sebesar 56% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 76.4, serta siklus 2 menunjukkan tingkat ketuntasan sebesar 86% dengan nilai rata- rata kelas sebesar 82.2. Hasil diatas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ketuntasan belajar pada materi passing bawah dengan alat bantu pembelajaran sejak pelaksanaan prasiklus sampai pada tahap siklus 2 sebesar 50%.

 

Kata kunci: passing bawah, bolavoli, alat bantu pembelajaran

 

Abstract

This study aims as an effort to improve the capabilities of under-pass volleyball games that used learning aids. This research is a classroom action research modeled by Kemmis and McTaggart. The research subjects were 25 of VII Majjah Class at Al-Azhar Syifa Budi Solo Junior High School. Technique data collection that used in this study was to use a volleyball under-pass test. The data analysis technique was carried out in a quantitative descriptive manner which refers to the Reference Benchmarking (PAP) and take a percentage of the level of mastery learning of students. In the pre-cycle percentage of completeness level of 36% with an average grade of 68.6, in cycle 1 the level of completeness is increased to 56% with an average grade of 76.4, and cycle 2 shows an inreased again on level of completeness of 86% with an average grade of 82.2. The results above indicate that there is an increase in mastery learning under the passing material using a 3 on 3 game modification media since the implementation of pre-cycle until the second cycle stage with 50% percentage increased.

 

Keywords: under-pass, volleyball, learning aids

 

PENDAHULUAN

Pembelajaran pendidikan jasmani tidak hanya aspek jasmani atau psikomotorik saja yang dikembangkan, akan tetapi meliputi aspek kognitif dan aspek afektif. Ketiganya tidak dapat dipisahkan dan saling terkait satu dengan yang lainnya (Rusli Lutan, 2001: 13-20). Ruang lingkup pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan meliputi aspek-aspek berikut: 1) Permainan dan 2 olahraga, 2) Aktivitas pengembangan, 3) Aktivitas senam, 4) Aktivitas ritmik, 5) Aktivitas air, 6) Pendidikan luar kelas, 7) Kesehatan. Melalui ketujuh aktivitas tersebut penjas tidak mungkin dapat berfungsi seperti yang diharapkan, mengingat keterbatasan berbagai hal, sehingga tidak tercukupi volume latihan, frekuensi dan intensitas minimalnya untuk mencapai taraf yang digariskan. Akan tetapi pendidikan jasmani harus dilaksanakan sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas-aktivitas yang menarik perhatian dan minat siswa, sehingga aktivitas jasmani dijadikan sebagai budaya dan kebutuhan (Depdiknas, 2006: 6).

Permainan bolavoli merupakan salah satu komponen pada permainan bola besar yang diberikan pada semua jenjang sekolah termasuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ada beberapa macam tehnik dasar dalam permainan bolavoli seperti servis, passing, smash dan bloking. Dan untuk materi tehnik dasar passing bawah bolavoli tercantum dalam silabus pembelajaran kelas VII semester ganjil. Siswa dituntut untuk dapat mencapai indikator-indikator yang telah ditentukan. Namun, berdasarkan hasil belajar siswa kelas VII Majjah SMP Al-Azhar Syifa Budi Solo masih kesulitan dalam melakukan passing bawah bolavoli. Hal tersebut didukung oleh pencapaian hasil belajar passing bawah bolavoli yang masih rendah, dari 25 siswa hanya 9 siswa saja yang mampu memenuhi target pencapaian passing bawah bolavoli.

Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa yaitu pemakaian media pembelajaran yang hanya menggunakan bola voli yang sesungguhnya sehingga siswa merasa tangannya sakit dan panas saat melakukan gerakan passing bawah sehingga hasilnya pun jadi tidak maksimal. Dan juga keterbatasan waktu pula membuat guru langsung memberikan tehnik yang komplek. Guru hanya mengejar bagaimana materi pelajaran tersebut dapat selesai tepat waktu, tanpa memikirkan bagaimana pembelajaran itu bermakna dan dapat diaplikasikan oleh siswa dalam kesehariannya.    

Di sisi lain antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran passing bawah bolavoli masih kurang, hanya beberapa siswa saja yang berpartisipasi aktif. Kurangnya partisipasi siswa dalam mengikuti pelajaran akan menurunkan tingkat keberhasilan siswa dalam belajar oleh karena itu diperlukan suatu tindakan yang mampu melibatkan partisipasi siswa dan sekaligus dapat  digunakan  untuk mempermudah siswa dalam mengikuti proses pembelajaran demi tercapainya tujuan  pembelajaran yang direncanakan.

Upaya untuk menyesuaikan pembelajaran pendidikan jasmani dengan karakteristik, kemampuan dan perkembangan siswa SMP, dapat dilakukan melalui pembelajaran pendidikan jasmani yang dimodifikasi. Untuk mewujudkan suatu kondisi pembelajaran pendidikan jasmani yang memaksimalkan pengalaman belajar siswa, diperlukan alat-alat bantu pembelajaran dalam jumlah yang memadai.

Dalam penelitian ini, modifikasi pendidikan jasmani difokuskan pada sarana yang digunakan yaitu alat bantu pembelajaran. Secara umum kendala yang sering dihadapi guru dalam pembelajaran passing bawah bolavoli adalah pada sarana yang ada. Penggunaan alat yang seadanya membuat siswa kurang tertarik dan kurang termotivasi dalam proses pembelajaran. Sehingga ketika ada siswa yang mencoba melakukan passing bawah, guru hanya memfokuskan pada siswa tersebut. Sedangkan siswa lainnya hanya menjadi penonton. Apabila proses pembelajaran passing bawah bolavoli dilaksanakan apa adanya, guru pendidikan jasmani tidak akan mampu menciptakan suatu strategi pembelajaran yang baik. Akibatnya pengalaman belajar siswa sangat kurang sekali. Artinya kesempatan belajar yang diperoleh untuk menguasai teknik dasar passing bawah bolavoli hanya beberapa kali saja.

Tujuan penggunaan alat bantu pembelajaran passing bawah bolavoli  ini ialah agar siswa lebih tertarik, senang dan mudah menguasai teknik dasar passing bawah bolavoli. Dalam penelitian ini, modifikasi pendidikan jasmani di fokuskan pada media/alat yang berupa alat bantu pembelajaran permainan bolavoli yang bisa dimanfaatkan dalam penyampaian materi tehnik dasar passing bawah. Sehingga dapat membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar passing bawah bolavoli.

METODE

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang prosedurnya mencakup, perencanaan, pelaksanaan & observasi, dan refleksi atau biasa dikenal dengan siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa yang duduk di bangku kelas VII Majjah di SMP Al-Azhar Syifa Budi Solo yang berjumlah 25 siswa. Prosedur awal yang dilaksanakan dalam penelitian dimulai dengan observasi terhadap siswa kelas VII Majjah di SMP Al-Azhar Syifa Budi Solo selama proses pembelajaran permainan bolavoli dengan materi passing bawah. Data hasil observasi tersebut mengindikasikan terdapat masalah, maka untuk memberi solusi terhadap masalah tersebut dengan menggunakan alat bantu pembelajaran dengan bola digantung menggunakan tali rajut atau tali rafiah. (1) Perencanaan, dalam langkah ini tahap yang dipakai meliputi pembuatan skenario pembelajaran menggunakan alat bantu pembelajaran dengan bola digantung menggunakan tali rajut atau tali rafiah untuk materi passing bawah. Kemudian, membuat tes passing bawah yang dipergunakan sebagai indikator keberhasilan proses belajar; (2) pelaksanaan tindakan, melaksanakan pembelajaran yang sudah di skenario secara obyektif, sistematis, kritis, dan sadar menggunakan alat bantu pembelajaran dengan bola digantung menggunakan tali rajut atau tali rafiah; (3) observasi, selama proses pembelajaran berlangsung peneliti mengobservasi subyek yang diteliti sebagai pelaksana penelitian; (4) analisis dan refleksi, data hasil yang diperoleh selama menggunakan alat bantu pembelajaran dengan bola digantung menggunakan tali rajut atau tali rafiah dianalisa serta direfleksikan bahwa dengan alat bantu pembelajaran tersebut berefek positif terhadap hasil belajar siswa pada materi passing bawah.

Instrumen Pengumpulan data menggunakan tes passing bawah 60 detik untuk siswa berusia 15-17 tahun yang dilaksanakan pada akhir permainan di setiap siklus pengajar mengambil nilai keterampilan passing bawah menggunakan tes passing bawah dimana siswa melakukan passing bawah secara individu selama 60 detik, yang bertujuan untuk mengetahui berapa kali bola dapat di passing dalam waktu tersebut.. Passing bawah yang dianggap benar dihitung adalah bila bola mencapai ketinggian bola minimal 2, 30 meter untuk putra dan 2, 15 meter untuk putri dan dilakukan dalam area dalam 60 detik (Depdiknas, 1999). Untuk perhitungan tes dilakukan dengan melihat PAP (Patokan Acuan Penilaian) pada Tabel 1.

Analisis data hasil belajar siswa dilakukan dengan mengambil nilai teknik passing bawah yang sudah dilakukan sebelumnya dengan melakukan perhitungan nilai tes keterampilan dengan melihat Patokan Acuan Penilaian (PAP), yang kemudian dianalisa dengan menggunakan deskriptif statistik yang mengacu pada besaran nilai KKM siswa dan kelas pada mata pelajaran PJOK, dinyatakan tuntas apabila nilai siswa dan rata-rata kelas mencapai nilai KKM sebesar 75. Berikut adalah instrumen Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang dipakai untuk menilai keterampilan passing bawah bagi siswa setelah melaksanakan tes keterampilan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Media bantu pembelajaran mempunyai arti penting dalam kegiatan pembelajaran. Media bantu pembelajaran dapat digunakan sarana untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Selain itu media bantu pembelajaran juga bisa lebih memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Media bantu pembelajaran memiliki fungsi yang sangat luas dalam kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan alat bantu pembelajaran yang baik dan tepat maka mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal.Oleh karena itu seorang guru penjas harus mampu memanfaatkan berbagai macam media bantu pembelajaran,jika dalam materi penjas banyak terdapat kendala.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan maka penggunaan alat bantu pembelajaran menggunakan bola yang digantung dengan menggunakan tali rajut atau tali rafiah dalam pembelajaran bolavoli materi passing bawah sanggup memberikan peningkatan pada hasil belajar siswa, dengan capaian tingkat ketuntasan yang tinggi. Hasil penelitian ini juga diharapkan bisa membantu pengajar mata pelajaran PJOK untuk bisa berinovasi lebih demi meningkatkan hasil belajar siswa dengan berbagai macam modifikasi pembelajaran untuk materi pembelajaran yang lain. Untuk peneliti yang lain diharapkan juga mampu melakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan materi diluar pembelajaran bolavoli.

 

DAFTAR PUSTAKA

AH Sanaky, Hujair. 2011. Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif. Yogyakarta: Kaubaka Dipantara.

Depdiknas. (1999). Petunjuk tes keterampilan bola voli usia 15-17 tahun. Jakarta: Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi.

Depdiknas. (2003). Sistem pendidikan nasional. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Lutan, Rusli. (1988). Belajar keterampilan motorik: pengantar teori dan metode.

Jakarta: Depdikbud.

Lutan, Rusli.(2001). Asas-asas Pendidikan Jasmani. Jakarta. Depdiknas.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

Write a comment

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment