PENGGUNAAN METODE DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Oleh RATNA DHIMA LESTARI, S.Pd

By Admin 15 Jul 2021, 13:41:09 WIB Informasi Sekolah

KARYA TULIS ILMIAH

PENGGUNAAN METODE DALAM PROSES PEMBELAJARAN

RATNA DHIMA LESTARI, S.Pd

SMP Al-Azhar Syifa Budi Solo

Email:Dhima_ratna@smpasbsolo.sch.id

 

KATA PENGANTAR

 

Rasa syukur selalu penulis panjatkan pada Allah SWT atas segala hidayah dan rahmatNya, sehingga penulis dapat menghasilkan karya tulis imiah ini, sesuai dengan harapan. Karya tulis ilmiah ini berjudul “Metode Pembelajaran yang aktif dan inovatif.

Sholawat serta salam tak lupa penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW serta keluarganya, sahabat dan pada kita semua sebagai umat yang disayangi dan dikasihi. Aamiin.         

Karya tulis ilmiah ini penulis susun dalam rangka ikhtiar dan pengingat bagi penulis sebagai seorang pendidik, bahwa metode pembelajaran sangat berperan penting dalam proses pembelajaran, dengan metode pembelajaran yang disiapkan dengan baik, maka pelaksanaan pembelajaran akan berjalan dengan efektif dan menyenangkan 

Penulis sangat menyadari, bahwa dalam penuliskan karya ilmiah ini masih terdapat banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan, maka dari itu penuklis mohon saran dan kritik yang membangun dari para pembaca, sehingga dapat menjadikan perbaikan pada karya tulis ilmiah berikutnya. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

           

Surakarta, Juni 2019

 

                                                                                                        Penulis

 

 

 

 

DAFTAR HADIR

KATA PENGANTAR……………………………………………...………...

i

DAFTAR ISI………………………………………………………………….

ii

BAB I PENDAHULUAN

 

A.

Latar Belakang…………………………………………………………..

1

B.

Rumusan Masalah……………………………………………..………..

1

C.

Tujuan…………..……………………………………………………….

1

D.

Manfaat …………………………………………………………………

4

E.

Sistematika Penulisan…...………………………………………….......

5

BAB II PEMBAHASAN

8

A.

Peran Guru dalam Proses Pembelajaran….……………………………..

8

B.

Prinsip Metode Pembelajaran….……….……………………………….

8

C.

Jenis Metode Pembelajaran………………………………………..…….

8

BAB III PENUTUP

15

A.

Simpulan……………………………………………………………..….

15

B.

Saran………………………………….……………………………..…..

15

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………….......

27

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pendidikan merupakan jembatan menuju kesuksesan, dalam instansi pendidikan tentu banyak hal yang harus dapat dikerjakan secara kerjasama, baik dari segi sarana dan prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, peran orang tua serta yang paling penting peserta didik itu sendiri. Pendidikan tanpa adanya kerjasama yang baik antar komponen tersebut tentunya proses pendidikan tidak dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan.

Pendidik dan tenaga kependidikan merupakan komponen yang dapat menggerakan roda instansi pendidikan, maka demi dapat terlaksananya sebuah proses pembelajaran yang baik, diperlukan pendidik dan tenaga pendidikan yang mumpuni di bidangnya.

Khususnya bagi seorang pendidik. Pendidik harus bisa memahami bagaimana kondisi peserta didik di dalam kelas. Saat pembelajaran berlangsung tentu prosesnya tidak akan semudah yang dibayangkan, akan banyak permasalahan yang muncul dari peserta didik. Permasalahan tersebut dapat bervariasi, sudah merupakan tanggung jawab bagi seorang pendidik untuk bisa mengendalikan kelas saat proses pembelajaran berlangsung.

Proses pembelajaran itu sendiri, tidak bisa serta merta dilaksanakan tanpa adanya perencanaan yang matang. Perencanaan yang baik, akan menghasilkan proses pembelajaran yang baik pula. Wajib bagi seorang pendidik untuk membuat perencanaan pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik serta kondisi dalam sebuah instansi pendidikan itu sendiri.

Hasil dari karya tulis ilmiah ini semoga dapat menjadi acuan bahan evaluasi pendidikan, khususnya bagi SMP Al Azhar Syifa Budi Solo dan peserta didik pada umumnya.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dari karya tulis ilmiah ini sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah peran guru dalam proses pembelajaran?
  2. Metode apa sajakah yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran?

 

  1. Tujuan

Tujuan dari karya tulis ilmiah ini sebagai berikut:

  1.  Dapat menambah pengetahuan dalam menerapkan metode pembelajaran
  2. Dapat menambah pengetahuan tentang peran guru dalam proses pembelajaran

 

  1. Manfaat

Manfaat dari karya tulis ilmiah ini sebagai berikut:

  1. Dapat menambah wawasan tentang berbagai jenis metode pembelajaran
  2. Dapat menambah wawasan tentang bahan kajian pembelajaran

 

  1. Sistematika Penulisan

Karya tulis ilmiah ini tersusun dalam kerangka penulisan sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat serta sitematika penulisan.

Bab II Pembahasan berisi inti pokok permasalahan. Terperinci dalam peran guru dalam proses pembelajaran serta penggunaan berbagai metode dalam proses pembelajaran

Bab III Penutup berisi simpulan dan saran yang akan disampaikan penulis.

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Peran Guru dalam Proses Pembelajaran

Guru sangat memiliki peranan penting dalam pembelajaran. Berhasil atau tidaknya sebuah proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh bagaimana guru menyiapkan rencana pembelajaran yang baik, maka keberhasilan peserta didik, sering disangkut pautkan dengan bagaimana kiprah guru dalam sebuah proses pembelajaran.

Menurut Sardiman (1992), peran guru dalam proses pembelajaran adalah sebagai Informator, Organisator, Motivator, Pengarah/Direktor, Inisiator,Transmiter, Fasilitator, Mediator, dan Evaluator.

Sedangkan Pullias dan Young, Manan, Yelon dan Weinstein seperti yang dikutip oleh E. Mulyasa (2007), mengatakan bahwa peran guru dalam proses pembelajaran adalah sebagai Pendidik, Pengajar, Pembimbing, Pelatih, Penasehat, Pembaharu (Inovator), Model dan Teladan, Pribadi, Peneliti, Pendorong Kretivitas, Pembangkit Pandangan, Pekerja Rutin, Pemindah Kemah, Pembawa Cerita, Aktor, Emansipator, Emansipator, Pengawet, dan sebagai Kulminaor

Berikut penjelasan terkait guru sebagai pendidik, guru sebagai pengajar, pengelola kelas, mediator dan fasilitator serta guru sebagai evaluator.

  1. Guru sebagai Pendidik

      Guru harus berkepribadian kuat, karena guru akan dijadikan panutan oleh peserta didik, bukan hanya dalam ranah tahu tentang materi yang diajarkan saja. Hal tersebut sangat penting dikuasai oleh seorang guru, karena sebagai seorang pendidik, guru tidak hanya mengajar namun juga mengarahkan, melatih, mengembangkan ketrampilan siswa dalam bersikap dan berperilaku dalam keseharian.

       Istilah guru “digugu dan ditiru”, sudah banyak orang yang tau, bahwa peran guru disini sebagai tauladan bagi peserta didik, bahkan pada faktanya peserta didik akan lebih menurut dengan guru disekolah. Jika guru memiliki kepribadian baik yang kuat, akan tercermin pula pada kehidupan peserta didik dalam keseharian. Jadi secara umum guru berperan dalam dua hal, yakni sebagai pentrasfer nilai-nilai kehidupan dan pentransfer ilmu pengetahuan.

Hal yang perlu diperhatikan guru sebagai seorang pendidik yaitu:

  1. Guru harus berusaha sebagai suri tauladan yang baik bagi peserta didik.
  2. Guru harus memahami karakteristik peserta didik, bisa berupa minat-bakat, sifat dan kepribadian peserta didik.
  3. Guru harus bisa memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik, sehingga tidak salah dalam menentukan rencana pembelajaran
  4. Guru harus selalu berusaha untuk mencari pengalaman dan pengetahuan yang luas diluar bidangnya, sehingga dapat memberikan gambaran pada peserta didik tentang dunia luar, selain lingkungan sekolah
  5. Guru harus bisa meningkatkan pengetahuan pad bidang yang diampu, sehingga akan menambah profesionalitas guru ketika menyampaikan pembelajaran didalam kelas.

 

  1. Guru sebagai Pengajar

      Guru sebagai pengajar, sering disalah artikan, bahwa guru hanya menyampaikan materi atau bahan ajar kepada peserta didik, sedangkan dari segi peserta didik sebagai pendengar penjelesan yang disampaikan oleh guru. Namun yang benar bukan pernyataan tersebut, melainkan peran guru sebagai pengajar adalah melaksanakan proses pembelajaran dengan efektif dan efisien, sehingga dapat tercapai tujuan yang diharapkan, yakni tercapainya kompetensi pengetahuan, ketrampilan dan tentunya kompetensi sosial.

       Dalam pelaksanaan proses pembelajaran, guru tidak boleh asal maju saja, namun perlu menyiapkan berbagai rencana, agar proses pembelajaran berjalan baik dan tentunya peserta didik selalu bersemangat untuk belajar.

            Maka dari itu, hal yang harus dilakukan guru agar siswa belajar sebagaimana disebutkan oleh E Mulyasa (2007), adalah sebagai berikut.

  1. Membuat ilustrasi: membuka pemahaman peserta didik terkait materi yang akan disampaikan, dengan dikaitkan dengan kehidupan sehari-haro, sehingga dapat memunculkan pengalaman peserta didik.
  2. Mendefinisikan: menyampaikan pembelajaran dengan sederhana dan jelas, sehingga peserta didik paham materi yang akan diterima
  3. Menganalisis: materi yang akan disampaikan, dibahas dengan seksama, sehingga peserta didik betul-betul paham
  4. Mensintesis: menghubungkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat mencakup pengalaman yang luas.
  5. Bertanya: berusaha mengajukan pertanyaan kepada peserta didik agar menjadi lebih jelas
  6. Merespon: menanggapi peserta didik jika menanyakan terkait pembelajaran maupun diluar konteks pembelajaran.
  7. Mendengarkan: berusaha memahami peserta didik dan menyederhakan masalah yang ada
  8. Menyediakan media untuk mengkaji materi standar: menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan media yang bervariasi
  9. Memilih metode yang paling mudah untuk dipahami peserta didik
  10. Memberikan nada perasaan: membuat pembelajaran lebih bermakna dan hidup melalui antusias dan semangat.

      Keberadaan guru dalam dunia pendidikan tidak dapat tergantikan, walaupun diera globalisasi seperti saat ini. Teknologi computer yang semakin canghig, bahkan dapat menggantikan sebagian pekerjaan manusia. Namun pada kondisi inni, peran guru tidaklah bisa tergantikan, karena pembelajaran yang baik tentunya ada interaksi imbal-balik antara guru dan peserta didik.

 Pada dasarnya, orangtua dan peserta didik tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan berupa materi saja, namun juga berupa ilmu penanaman sikap termasuk nilai psikologis untuk peserta didik, serta ketrampilan dalam bersosial dalam keseharian. Dengan demikian guru adalah media yang mutlak dalam proses pembelajaran.

 

  1. Guru sebagai pengelola kelas

         Peran guru sebagai pengelola kelas yakni bagaimana sikap seorang guru dalam memberikan rasa nyaman dan aman selama proses pembelajaran, serta bergantung pada hubungan pribadi peserta didik dalam kelas, kondisi kelas dan suasana dalam kelas itu sendiri.

          Guru harus dapat membuat suasana yang menyenangkan didalam kelas, sehingga peserta didik semangat dalam mengikuti pembelajaran. Cara guru membimbing dan mengarahkan peserta didik selama proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting. Guru harus bisa melatih,membimbing ketrampilan, kemandirian dan tanggung jawab peserta didik dalam berbagai kegiatan. Seperti dalam mengatur aktifitas dan diri peserta didik dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

          

 

 

  1. Guru sebagai mediator dan fasilitator

           Sebagai fasilitator guru harus berusaha menyiapkan sumber belajar yang baik demi tercapainya tujuan dan proses pembelajaran yang baik. Adapun sumber belajar dapat dicari dari berbagai referensi, dapat berupa media video, buku teks, surat kabar, majalah dan sumber lainnya.

            Selain menyiapkan sumber belajar, tentunya guru juga harus bisa menggunakan sumber belajar tersebut dengan semaksimal mungkin, sehingga peserta didik dapat memahami apa yang disampaikan oleh guru.

 

  1. Guru sebagai evaluator

          Peran guru sebagai evaluator yakni, secara berkala guru melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Evaluasi terkait tentang materi pembelajaran, proses pembelajaran, proses penilaian apakah seluruh rangkaian itu sudah terlaksana sesuai yang diharapkan. Dengan demikian, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan siswa terhadap pelajaran, serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar.

            Dengan melakukan evaluasi, guru dapat mengetahui capaian tujuan pembelajaran serta proses pembelajaran yang dilakukan, sudah cukup efektif atau belum, dengan demikian proses pembelajaran akan terus meningakat dan memperoleh hasik yang lebih optimal lagi.

 

  1. Prinsip Metode Pembelajaran
  1. Pengertian Metode

       Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk mengadakan hubungan dengan peserta didik. Metode pembelajaran merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan guru.

 

Para ahli mendefinisikan metode sebagai berikut:

  1. Hasan Langgulung mendefinisikan bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan
  2. Abd al-Rahman Ghunaimah mendefinisikan bahwa metode adalah cara-cara yang praktis dalam mencapai tujuan pengajaran
  3. Al-Ahrasy mendefinisikan pula bahwa metode adalah jalan yang kita ikuti untuk memberikan pengertian kepada peerta didik tentang segala macam metode dalam berbagai pelajaran.

   Berdasarkan beberapa definisi tersbeut, dapat ditarik simpulan bahwa metode pembelajaran harus digunakan dalam proses pembelajaran dan dapat juga dimasukan dalam silabus mata pelajaran.

Prinsip-prinsip metode pembelajaran sebagai berikut:

  1. Metode harus dapat memberikan pengalamana belajar pada peserta didik, serta metode pembelajaran harus dapat memanfaatkan kegiatan mandiri peserta didik.
  2. Metode dapat dihubungkan dengan pengalaman peserta didik, sehingga ketika guru memancing peserta didik untuk masuk dalam pembelajaran, para peserta didik sudah mempunyai pandangan.
  3. Metode tersebut harus didasarkan atas teori dan praktek yang terpadu dengan baik yang bertujuan menyatukan kegiatan pembelajaran.
  4. Metode harus memperhatikan perbedaan-perbedaan individual dan menggunakan prosedur-prosedur yang sesuai dengan ciri-ciri pribadi seperti kebutuhan, minat serta kematangan mental dan fisik.
  5. Metode harus merangsang kemampuan berfikir dan nalar para peserta didik..
  6. Metode tersebut disesuaikan dengan kemajuan peserta didik dalam hal ketrampilan, kebiasaan, pengetahuan, gagasan, dan sikap peserta didik, karena semua ini merupakan dasar dalam psikologi perkembangan.
  7. Metode tersebut harus menantang dan memotivasi peserta didik kearah kegiatan-kegiatan yang menyangkut proses deferensiasi dan intregrasi.
  8. Metode tersebut harus memberi peluang bagi peserta didik untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Dan memberi peluang pada guru untuk menemukan kekurangan-kekurangan agar dapat dilakukan perbaikan dan pengayaan.

 

  1. Jenis Metode Pembelajaran
  1. Ceramah, Tanya Jawab dan Tugas

      Mengingat ceramah banyak kelemahannya maka penggunaannya harus didukung dengan alat dan media atau dengan metode lain. Oleh sebab itu setelah guru selesai memberikan ceramah maka perlu memberikan kesempatan kepada peserta didik mengadakan Tanya jawab. Tanya jawab bertujuan mengetahui pemahaman peserta didik terhadap apa yang telah disampaikan guru melalui metode ceramah. Untuk lebih memantapkan penguasaan peserta didik terhadap bahan / materi yang telah disampaikan, maka pada tahap selanjutnya peserta didik diberikan tugas, misalnya membuat kesimpulan hasil ceramah, mengerjakan pekerjaan rumah, diskusi, dan lain-lain.

  1. Ceramah, Diskusi dan Tugas

      Penggunaan metode ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan/informasi mengenai bahan yang akan dibahas dalam diskusi, sehingga diskusi dapat berjalan dengan baik, pada akhir kegiatan diskusi peserta didik diberikan beberapa tugas yang harus dikerjakan saat itu juga. Maksudnya untuk mengetahui hasil yang dicapai peserta didik melalui diskusi. Dengan demikian, tugas ini sekaligus merupakan umpan balik bagi guru terhadap hasil diskusi dapat mengeliminasi kelemahan metode ceramah, dengan metode diskusi terjadi komunikasi dan interaksi kelas menjadi hidup.

  1. Ceramah, Problem Solving dan Tugas

     Metode problem solving sebagai jalan keluar jika dalam penerapan metode diskusi tidak berhasil. Kemudian diakhiri dengan tugas-tugas, baik individu maupun kelompok sehingga peserta didik melakukan tukar pikiran dalam memecahkam masalah yang dihadapinya.

  1. Ceramah, Demonstrasi dan Eksperimen

     Metode demonstrasi selalui diikuti dengan eksperimen. Apapun yang didemonstrasikan baik oleh guru maupun oleh peserta didik tanpa diikuti dengan eksperimen tidak akan mencapai hasil yang efektif. Dalam melaksanakan demonstrasi, seorang guru atau peserta didik menjelaskan apa yang akan didemonstrasikan, sehingga semua peserta didik dapat mengikuti jalannya demonstrasi tersebut dengan baik.

     Kemudian peserta didiknya mempraktekkan suatu proses tersebut, setelah melihat atau mengamati apa yang telah didemonstrasikan oleh seorang demonstator, eksperimen dapat juga dilakukan untuk membuktikan kebenaran dari sesuatu, misalnya menguji sebuah hipotesis. Dalam pelaksanaannya metode demonstrasi dan eksperimen dapat digabungkan, artinya setelah dilakukan demonstrasi kemudian diikuti dengan eksperimen dengan disetai penjelasan secara lisan (ceramah).

  1. Ceramah, Demonstrasi dan Drill

     Metode drill umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketrampilan dari bahan yang dipelajari. Tujuan dari ceramah untuk memberikan penjelasan pada peserta didik mengenai bentuk keterampilan tertentu yang hendak dilakukannya. Sedangkan demonstrasi disini dimaksudkan untuk memperagakan atau mempertunjukkan suatu keterampilan yang akan dipelajari peserta didik.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Simpulan

         Dari uraian diatas, bahwa begitu pentingnya metode yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Maka dari itu guru harus bisa memilah dan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik.

 

  1. Saran

    Masih terdapat banyak kesalahan serta jauh dari sempurna dalam penulisan karya tulis ilmiah ini. Makan agar penulis dapat melakukan perbaikan kedepannya, penulis berharap dapat kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anggoro Toha.metode penelitia.Jakarta.Universitas Terbuka

Hasan langgunung, Pendidikan dan Peradapan Islam, jakarta : pustaka Al-Alhusna , 1985

______https://akucepatmembaca.com/peran-guru-dalam-proses-pembelajaran-guru-sebagai-pendidik-dan-pengajar/. Di akses pada tanggal 20 maret 2019




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment